Artikel Ilmiah


Gifted Child

NBP Center

Kita sering membayangkan bahwa seorang anak dengan skor IQ yang tinggi adalah anak yang dapat dengan mudah menerima pelajaran di sekolah dan kemudian menjadi anak yang senantiasa mempunyai prestasi belajar yang baik. Pada kenyataannya, justru anak-anak dengan skor IQ yang tinggi merupakan anak yang menjadi “masalah” oleh karena laporan yang kita dapatkan baik dari guru maupun orangtua anak berupa keluhan: anak tidak menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan gurunya, sangat hiperaktif, sering membuat suasana kelas terganggu, sering ceroboh, sering melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang kalau dijawab akan diikuti dengan pertanyaan lain, seolah-olah pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak ada habis-habisnya. Oleh karena itu, anak-anak gifted sebetulnya merupakan anak dengan kemampuan belajar yang tinggi tetapi “tidak mampu belajar”.

Dalam keadaan sehari-hari, mungkin kita dapat membagi anak-anak gifted ini menjadi tiga kelompok: kelompok pertama, anak yang memang teridentifikasi sebagai anak yang gifted, di sekolah memiliki kesulitan belajar, tetapi kemampuan verbal anak sangat bagus. Kelompok kedua, tidak pernah teridentifikasi sebagai anak gifted dan disekolah kelompok ini juga memiliki kesulitan belajar. Hal ini dapat terjadi apabila ketidaktepatan dalam melakukan pengukuran IQ yang dilakukan, menyebabkan terjadinya perkiraan yang salah terhadap kemampuan intelektual yang sebenarnya. Kelompok ketiga, tidak teridentifikasi sebagai anak gifted dan tidak ada kesulitan belajar, anak-anak ini tampak seperti anak-anak dengan prestasi rata-rata.

Anak-anak yang masuk ke dalam kelompok ketiga ini, perlu mendapatkan stimulasi dari guru dengan situasi kelas yang memungkinkan penggunaan metode belajar yang kreatif. Kalau tidak diperhatikan dengan seksama, anak-anak kelompok ketiga ini merupakan kelompok yang paling sulit teridentifikasi.

Copyright © 2019 | NBP Center

Jl. Haruman no. 35, Bandung, West Java, Indonesia

Registration