Artikel Ilmiah


Autisme (Autistic disorder)


NBP Center

Autisme merupakan kelainan perkembangan yang sifatnya berat dan kompleks karena meliputi lebih dari satu area perkembangan yang terganggu (bahasa, sosial dan kognitif). Termasuk kedalam kelompok kelainan perkembangan yang memerlukan terapi jangka panjang (long life treatment) dan melibatkan berbagai disiplin ilmu (multi disiplin), tidak hanya dokter tetapi juga psikolog perkembangan anak, pedagog dan tentunya orang tua beserta seluruh keluarga penderita. Pada anak autisme tidak ditemukan keterlambatan perkembangan motorik, gangguan motorik yang dijumpai bentuknya merupakan suatu motor stereotipik, finger mannerism, body rocking dan gangguan postur tubuh. Adapun penyebab dari kelainan ini diduga kuat adalah kelainan genetik, lebih dari dua puluh gen yang telah ditemukan dalam beberapa tahun terakhir yang diperkirakan sebagai penyebabnya. Berdasarkan kriteria DSM V, maka diagnosis autisme dibuat apabila didapatkan adanya: defisit yang menetap dalam hal komunikasi dan interaksi serta pola perilaku, minat yang terbatas dan berulang. Gejala-gejala tersebut harus muncul pada umur perkembangan dini, menyebabkan gangguan yang bermakna dalam fungsi sosial, pekerjaan atau bidang lain. Gangguannya tidak dapat diterangkan oleh disabilitas intelektual (intellectual development disorder) atau global developmental delay (lihat lampiran DSM V). Angka prevalensnya 2-4 kasus per 10.000 anak, kejadian pada anak laki-laki dan perempuan 4:1, sementara jumlah kejadian PPD-NOS 1,5 kali lebih banyak dibandingkan autisme dan asperger disorder jumlahnya ¼ dari jumlah kasus autisme. Sebagian besar autisme (30-50%, beberapa peneliti menyebutkan angka 75-80%) memiliki kemampuan IQ < 70 (low functioning autism), hanya 20-25% dengan kemampuan IQ >70 (high functioning autism).

Penderita autisme mengalami kesulitan untuk memahami segala sesuatunya yang bersifat abstrak atau yang memerlukan pemahaman yang sifatnya kompleks dan sebagian besar tetap non verbal sampai usia mereka dewasa bahkan pada yang high functioning sekalipun. Dalam keseharian, karena gejala-gejalanya yang memang sama, seringkali diagnosis PPD-NOS dan asperger disorder tertukar dengan autisme. PDD-NOS dan asperger disorder mengalami kemajuan perkembangan bahasa verbal, terutama asperger dan keduanya memiliki kemampuan IQ yang berbeda dengan autisme. IQ PDD-NOS dan asperger normal, tetapi kemampuan IQ asperger bisa diatas rata-rata. Walaupun sebagian besar autisme memiliki kemapuan kognitif dibawah rata-rata normal, bentuk high functioning autism mempunyai potensi yang dapat dikembangkan di bidang seni: lukis dan musik. Sebagian dari anak-anak autisme mempunyai kepandaian dalam memainkan alat-alat musik: gitar, drum, bas dan key board.

Copyright © 2019 | NBP Center

Jl. Haruman no. 35, Bandung, West Java, Indonesia

Registration