Gifted

Anak Tidak Bisa Diam, Apakah Termasuk ANAK BERBAKAT?

Mamah Rio merasa sudah saatnya berkonsultasi ke dokter mengenai prilaku buah hatinya yang akhir-akhir ini mengkhawatirkannya. Pasalnya, sudah 3 bulan ini, Rio – sekarang berusia 5 tahun 3 bulan – mulai bersekolah di TK B yang baru, setelah setahun sebelumnya bersekolah di tempat lain untuk jenjang TK A. Dan dalam kurun waktu yang cukup singkat itu, Mamah Rio sudah beberapa kali “diundang” oleh pihak sekolah untuk mendiskusikan prilaku Rio.

Memang, acara pindah sekolah ini sebetulnya usulan Rio sendiri, karena sekolah yang baru ini lebih banyak mainannya. Begitu kata Rio. Tapi kalau boleh jujur, sebetulnya Mamah Rio menyetujui usulan sang anak karena guru di TK yang lama tersebut pernah mengutarakan mereka kewalahan menghadapi Rio yang tidak bisa diam, selalu bertanya ini itu tidak ada habisnya, bahkan selalu menyerobot kesempatan menjawab yang diberikan bu guru untuk teman-temannya. Tapi ternyata di sekolahnya yang barupun, guru mengeluhkan hal yang sama. Malah keluhan gurunya lebih spektakuler lagi.

Menurut laporan guru, kalau aktivitas belajar adalah seputar hal-hal yang baru, Rio pasti semangat sekali mengerjakannya. Apalagi kalau kelihatannya hal baru tersebut cukup menantang atau cukup sulit, seperti menyusun puzzle, membuat model tertentu dari lego, atau menggunting pola dan menempelkannya. Rio bisa asyik sendiri sampai lebih dari setengah jam tanpa teralihkan dengan kegiatan lain. Selain itu Rio sangat suka dan sangat pandai menggambar. Walaupun Rio cenderung tidak menuruti aturan menggambar yang baku, seperti menggambar matahari ada 5, lalu diajarkan berlatih menggambar lingkaran, Rio malah membuat tokoh kartun dari lingkaran yang sudah dibuatnya tersebut. Rio selalu mempunyai alasan menarik atas semua hasil pekerjaannya yang lain dari teman-temannya itu. Walaupun Rio sering mendominasi kelas, tapi dia juga sering tampil bak pahlawan, menolong teman-temannya yang kesulitan, misalnya membantu mewarnai, mengguntingkan pola, atau menyusun puzzle. Kadang terdengar komentar Rio menasihati temannya, seperti gaya orang dewasa. Tapi, kalau kegiatan yang diberikan guru tidak menarik bagi Rio atau memang sudah pernah diajarkan, maka Rio jadi seperti uring-uringan, hilir mudik di dalam kelas, tidak mau mengerjakan instruksi bu guru, atau malah seperti orang yang melamun dan kebosanan.

Sekilas cerita di atas mencerminkan prilaku anak yang tidak bisa diam, dan jika dokter tidak cermat melakukan penilaian dapat tertukar-tukar menggolongkan Rio sebagai anak dengan gangguan pemusatan perhatian dan hiperaktivitas atau yang dikenal sebagai Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD), atau mungkin tertukar dengan gangguan prilaku lainnya. Padahal kita simak tadi, Rio bisa menghabiskan waktu cukup lama pada aktivitas yang disukainya. Tentu hal ini menyingkirkan kemungkinan Rio tergolong anak ADHD.

Setelah dilakukan penilaian dan observasi prilaku yang cermat, juga serangkaian psikotest, ternyata didapatkan tingkat kognisi (IQ) Rio sangat jauh di atas rata-rata, yaitu 147. Level IQ yang lebih dari 130 disebut juga dengan GIFTEDNESS atau ANAK BERBAKAT. Sebetulnya apa sih yang dimaksud dengan anak berbakat?

 

Kristiantini Dewi, Sp.A